Kamis, 20 Maret 2014

LUTUNG KASARUNG

Sejarah Kisah Cerita Lutung Kasarung

 Lutung Kasarung (artinya Lutung yang Tersesat) adalah legenda masyarakat Jawa Barat yang menceritakan tentang perjalanan Sanghyang Guruminda dari Kahyangan yang diturunkan ke Buana Panca Tengah (Bumi) dalam wujud seekor lutung (sejenis monyet). Dalam perjalanannya di Bumi, sang lutung bertemu dengan putri Purbasari Ayuwangi yang diusir oleh saudaranya yang pendengki, Purbararang. Lutung Kasarung adalah seekor mahkluk yang buruk rupa. Pada akhirnya ia berubah menjadi pangeran dan mengawini Purbasari, dan mereka memerintah Kerajaan Pasir Batang dan Kerajaan Cupu Mandala Ayu bersama-sama.
Sejarah Kisah Cerita Lutung Kasarung
Alkisah, Prabu Tapa Agung memutuskan untuk lengser keprabon. Dari 7 puteri yang dimilikinya, beliau menunjuk putri Purbasari, putri bungsunya sebagai penerus tahta. Keputusan ini menimbulkan polemik di kerajaan karena dianggap tidak sesuai dengan tradisi. Mestinya tampuk kekuasaan jatuh pada si sulung. Sang prabu punya alasan sendiri. Si bungsu dianggap lebih berluhur budi. Menurut beliau, hanya dengan keluhuran budi seorang pemimpin dapat memerintah dengan adil.

Sepeninggal sang raja. Diam-diam si sulung, putri Purbararang, meminta bantuan seorang sakti guna mendatangkan bala. Purbasari tiba-tiba terjangkit penyakit kulit. Desas-desus ditiupkan oleh Purbararang, bala ini adalah buah kutukan dewata akibat ayahanda telah menyalahi tradisi. Demi menutup aib kerajaan, si bungsu diungsikan ke hutan.

Sementara itu, di kahyangan, seorang pangeran Guruminda sedang di wasiati sunan ambu, ibunya, agar segera mencari pendamping hidup. Di kahyangan banyak sekali putri yang cantik-cantik. Para pohaci. Namun tidak ada satupun yang menarik hatinya. Maka, sang bunda menitahkan ia untuk pergi ke buana panca tengah, tempat manusia bermukim. Mungkin di sanalah engkau akan menemukan cinta sejatimu, sabda sang bunda.

Tapi bagaimana ananda bisa tahu bahwa gadis
yang hamba suka adalah cinta sejati. Sang bunda berhening-cipta sejenak, dan memutuskan mengubah pangeran dalam wujud seekor lutung. Sang bunda berkata, bila gadis itu adalah cinta sejatimu, kelak melalui gadis itulah kau dapat menjelma dalam wujud aslimu. Pangeran Guruminda.

Setelah bersembah sujud, memohon restu sang bunda, turunlah sang lutung ke bumi. Di sebuah hutan, ia bertemu dengan gadis yang tubuhnya terkena penyakit kulit. Sangat buruk dan mengeluarkan bau busuk. Tapi air muka sang putri terlihat memancarkan kebaikan dan keteduhan. Ia dikelilingi oleh sahabat demikian banyak. Seluruh penghuni rimba raya tidak ada yang menganggunya, bahkan selalu menemani dan membantunya.

Dengan cepat, lutung menjadi salah satu sahabatnya. Sejak mengenal lutung. Sang putri tidak perlu lagi berpayah-payah mencari makan. Setiap hari berbagai makanan sudah disediakan oleh lutung. Tidak hanya makanan, bunga-bunga cantik selalu tersedia untuk menghias tempat tinggal sang putri dan penghias gelung rambut indahnya.

Hari demi hari. Persahabatan diantara mereka makin lekat. Sang putri sangat menyayangi si lutung, demikian pula sebaliknya. Sang putri kerapkali menceritakan persoalan hidupnya kepada lutung.

Suatu ketika, saat sang putri membawa lutung berjalan-jalan, lutung tiba-tiba berlari ke suatu tempat. Tidak mau kehilangan lutung kesayangannya, sang putri lari mengejar hingga ke sebuah danau. Di tepi danau sang putri tertegun. Terpesona akan kesegaran dan jernihnya air danau tersebut. Beliau segera mandi disana. Anehnya begitu selesai mandi, hilanglah semua penyakit kulitnya. Bahkan bertambah kemilau indah kecantikannya. Sang puteri sangat berterima kasih pada lutung yang sudah membawanya pada danau tersebut. Karena penyakitnya sudah sembuh, puteri kembali ke istana. Tapi sang kakak yang tidak mau tahtanya diambil, malah mengajaknya adu tanding. Sang kakak membuka gelung rambutnya dan berkata bila rambut adiknya lebih panjang, ia akan menyerahkan tampuk kerajaan. Ternyata sang adik berambut lebih panjang.

Sang kakak masih tidak puas, ia mengatakan bahwa syarat menjadi ratu harus memiliki pasangan hidup. Sang kakak sudah memiliki pasangan: pangeran indrajaya.

Tantangan ini membuat sedih putri Purbasari, bagaimana tidak, selama ini ia hanya bergaul dengan binatang hutan tidak ada seorang pemudapun yang ia kenal. Dengan lirih, sang dewi berucap pada lutung,”kamulah yang paling dekat denganku selama ini. seandainya engkau manusia pastilah kau sudah ku jadikan pendamping hidupku”. Ucapan sang dewi bagai mantera pelepas sihir. Seketika itu pula lutung berubah wujud, menjelma jadi wujud asalnya saat di kahyangan, pangeran Guruminda.

Pangeran Guruminda segera menyatakan bahwa ia adalah pendamping putri Purbasari. Dan tahta kerajaanpun di ambil alih oleh yang semestinya, sesuai wasiat sang prabu. 
 
KANDUNGAN PESAN DAN NILAI MORAL DARI CERITA LUTUNG KASARUNG
1.      Kejahatan akan kalah
Setiap kejahatan yang dilakukan oleh seseorang dalam bentuk apapun pasti tidak akan menuai hasil dan akhirnya kalah. Seperti yang tergambar dalam cerita diatas dimana Purbararang berbuat jahat kepada adiknya sendiri (Purbasari). Pepetah mengatakan “Bila kita menanam kejahatan, maka akan dibalas dengan kajahatan pula”.
2.      Kesabaran dan ketabahan akan menang
Sikap sabar,  tabah, tawakal seseorang terhadap situasi dan kondisi yang ada, maka akan menuai hasil yang maksimal dan pada akhir cerita hidupannya akan menang, serta mendapat  kebahagia yang hakiki. Seperti ketabahan dan kesabaran yang dilakukan dan dimunculkan oleh sikap Purbasari dalam cerita diatas, dimana purbasari selalu diperlakukan kasar.
Nilai kebudayaan & nilai religi
Adanya tradisi pergantian tahta kerjaan yang dilaksanakan secara turun temurun. Artinya, apabila seorang raja yang sudah menjelang akhir masa jabatannya akan selesai, secara otomatis yang menggantikannya adalah anak kandungan
Mendatangi dan meminta bantuan tukang sihir untuk mencelakakan orang lain adalah suatu bentuk perbuatan musyrik. Bahkan menurut agama Islam, orang yang memberitahukan tempat praktek perdukunan semacam itu juga ikut berdosa. Seperti dalam cerita diatas dimana Purbararang meminta bantuan seorang tukang sihir untuk membuat Purbasari menjadi buruk rupa supaya diusir dari kerajaan.
 
cerita ini termasuk dongeng. karena tidak benar- benar terjadi dan dongeng tidak terikat oleh waktu maupun tempat 
 

KUKANG (Nycticebus coucang)





Kukang—kadang-kadang disebut pula malu-malu—adalah jenis primata yang bergerak lambat. Warna rambutnya beragam, dari kelabu keputihan, kecoklatan, hingga kehitam-hitaman. Pada punggung terdapat garis coklat melintang dari belakang hingga dahi, lalu bercabang ke dasar telinga dan mata. Berat tubuh 0,375-0,9 kg, panjang tubuh dewasa 19-30 cm. Di Indonesia, satwa ini dapat ditemukan di Sumatera, Jawa dan Kalimantan. Kukang (Nycticebus coucang) adalah jenis primata yang lucu dan menggemaskan sehingga tidak heran banyak masyarakat umum yang menjadikan primata ini menjadi incaran untuk dijadikan hewan peliharaan.

Keluarga kukang atau sering disebut-sebut malu-malu, terdiri dari 8 marga (genus) dan terbagi lagi dalam 14 jenis. Penyebarannya cukup luas, mulai dari Afrika sebelah selatan Gurun Sahara, India, Srilanka, Asia Selatan, Asia Timur dan Asia Tenggara. Dari 8 Marga yang ada, di Indonesia hanya ditemui 1 marga, yaitu Nycticebus.

Marga Nycticebus terdiri atas 5 jenis, yaitu:
  1. Nycticebus coucang yang tersebar di Semenanjung Malaya, Sumatera dan kepulauan sekitarnya.
  2. Nycticebus pygmaeus tersebar di Indocina, Laos dan Kamboja.
  3. Nycticebus bengalensis, tersebar di India hingga Thailand.
  4. Nycticebus javanicus, hanya tersebar di Jawa.
  5. Nycticebus menagensis, hanya tersebar di Kalimantan serta kepulauan sekitarnya.
UNTUK OBAT TRADISIONAL
Pemanfaatan kukang selain di perdagangkan untuk hewan peliharaan juga dimanfaatkan untuk media mistis. Tulangnya dipercaya memiliki kekuatan mistis untuk merusak ketentraman dalam rumah tangga, bagi sebagian besar orang di Sumatera dan Jawa, tulang kukang juga bisa dijadikan media yang ampuh untuk melakukan serangan secara mistis yaitu terutama dalam persaingan usaha. Dan kukang yang masih hidup dipercaya tidak baik untuk dipelihara karena dianggap sebagai hewan yang menjadi media/inang bagi mahluk gaib. Hanya sayangnya, kepercayaan ini sering kali sudah tidak dikenal oleh generasi masa kini.

KUKANG TERANCAM PUNAH
Berdasarkan survey dan monitoring yang dilakukan ProFauna Indonesia sejak tahun 2000 hingga 2006, diperkirakan setiap tahunnya ada sekitar 6000 hingga 7000 ekor kukang yang ditangkap dari alam di wilayah Indonesia untuk diperdagangkan. Ini menjadi serius bagi kelestarian kukang di alam, mengingat perkembangbiakan kukang cukup lambat yaitu hanya bisa melahirkan seekor anak dalam satu tahun setengah.
Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 7 tahun 1999 (pasal 5), suatu jenis satwa wajib ditetapkan dalam golongan dilindungi apabila telah mempunyai kriteria;
  1. Mempuyai populasi kecil
  2. Adanya penurunan yang tajam pada jumlah individu di alam.
  3. Daerah penyebaran yang terbatas (endemik).
Permasalahan lain adalah belum adanya data ilmiah yang pasti mengenai populasi liar kukang di alam. Kukang yang aktif di malam hari dengan pergerakannya yang lambat membuat sangat sulit untuk menemui kukang di alam. Anehnya para penangkap kukang dengan mudah bisa menemukan kukang di alam. Dikhawatirkan tanpa disadari populasi kukang di alam akan turun drastis akibat penangkapan untuk diperdagangkan.


Kamis, 13 Februari 2014

Manusia dan Harapan

A. Latar Belakang
          Kata orang manusia tanpa harapan adalah manusia yang mati sebelum waktunya. Mungkin benar menurut kami, karena harapan adalah sesuatu yang hendak kita raih dan terpampang dimuka. Hampir sama dengan visi walau dalam spektrum sederhana. hidup tanpa harapan adalah hidup tanpa visi dan tujuan atau perumpamaan yang biasa kita dengar hidup segan mati pun tidak mau. Maka bila manusia yang hidup tanpa harapan pada hakekatnya dia sudah mati.
            Harapan bukanlah sesuatu yang terucap dimulut saja tetapi juga berasal dari usaha. Harapan membuat kita berfikir untuk melakukan sesuatu yang lebih baik untuk meraih sesuatu yang lebih baik. Seolah kita punya kekuatan yang lebih untuk siap menghadapi resiko, tidak hanya rasa optimis jg yang kita perlukan untuk bekal kita disaat kita tidak dapat meraih sesuatu yang harapkan, kita juga harus berdoa dan mempunyai kepercayaan, terutama percaya diri sendiri agar dapat meningkatkan usaha kita untuk berusaha meraih harapan. Oleh karena itu dalam makalah ini kita dapat mengetahui lebih dalam tentang manusia dan harapan.
B. Pembatasan Masalah
          Agar tidak terjadi kesalah pahaman pembahasan masalah, maka kami membatasi dan menetapkan objek, sebagai berikut : pengertian harapan, apa sebab manusia mempunyai harapan, pengertian doa, kepercayaan, kepercayaan dan usaha untuk meningkatkannya.

C. Rumusan Masalah
            Berdasarkan pembatasan masalah diatas, kami merangkum beberapa rumusan masalah yang diangkat antara lain :
            I. Pengertian harapan.
            2. Apa sebab manusia mempunyai harapan.
            3. Pengertian doa
            4. Kepercayaan
            5. Kepercayaan dan usaha untuk meningkatkannya.
KATA PENGANTAR

            Puji dan syukur panjatkan kehadirat Tuhan yang Maha Esa karena berkat Rahmat dan Karunia-Nya  sehingga kita dapat menyusun makalah ini yang  membahas tentang Manusia dan Harapan.
            Dalam penyusunan makalah ini, kita banyak mendapatkan tantangan dan hambatan akan tetapi dengan bantuan dari berbagai pihak tantangan itu bisa dapat teratasi. oleh karena itu, kita mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini, semoga bantuannya mendapat balasan setimpal dari Tuhan Yang Maha Esa.
            Kita menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik dari bentuk penyusunan maupun materinya. Kritik konstruktif dari pembaca sangat kita harapkan untuk penyempurnaan makalah selanjutnya. Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian.


1. Pengertian harapan
            Harapan berasal dari kata harap yang berarti keinginan supaya sesuatu terjadi, sehingga harapan berarti sesuatu yang diinginkan dapat terjadi. Dengan demikian harapan menyangkut masa depan kita. Manusia yang tanpa harapan, berarti manusia itu mati dalam hidup. Orang yang akan meninggal sekalipun mempunyai harapan, biasanya berupa pesan kepada ahli warisnya.
            Harapan tersebut tergantung pada pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, dan kemampuan masing-masing. Berhasil atau tidaknya suatu harapan tergantung pada usaha orang yang mempunyai harapan itu sendiri.
            Harapan hampir mirip dengan cita-cita, hanya saja biasanya Cita-cita itu adalah sesuatu yang diinginkan setinggi-tingginya, sedangkan harapan itu tidak terlalu muluk. Meskipun demikian, harapan dan cita-cita memiliki kesamaan, yaitu :
 1. Keduanya menyangkut masa depan karena belum terwujud.
 2. Pada umumnya baik cita-cita maupun harapan adalah menginginkan hal yang lebih baik atau lebih meningkat. Contoh harapan sebagai berikut :
- Rere seorang mahasiswa psikologi Gunadarma. ia rajin belajar dan masuk kelas dengan harapan didalam ujian semester mendapatkan angka yang Baik dan memuaskan . Amin
            Seorang yang mempunyai harapan yang berlebihan terkadang akan berakibat menjadi tertawaan orang banyak seperti pribahasa yang mengatakan “Si pungguk merindukan bulan”, walaupun tidak ada yang tidak mungkin didunia ini bila Tuhan berkehandak.

2. Apa Sebab Manusia Mempunyai Harapan ?
            Menurut kodratnya manusia itu adalah mahluk sosial. Setiap lahir ke dunia langsung disambut dalam suatu interaksi hidup, yakni ditengah suatu keluarga atau sebagai anggota masyarakat. Tidak ada satu manusiapun yang luput dari interaksi hidup. Ditengah – tengah yang lainnya, seseorang dapat hidup dan berkembang baik fisik / jasmani maupun mental / spiritualnya. Ada dua hal:
1.      Dorongan Kodrat
Kodrat adalah sifat, keadaan atau pembawaan alamiah yang sudah terwujud dalam diri manusia sejak manusia itu diciptakan oleh Tuhan.
Dorongan kodrat menyebabkan manusia mempunyai keinginan atau harapan, misalnya menangis, tertawa, sedih, dan bahagia. Dalam diri manusia masing-masing sudah terbentuk sifat, kodrat pembawaan dan kemampuan untuk hidup bergaul, hidup bermasyarakat, dan hidup bersama dengan manusia lainnya.
2.      Dorongan Kebutuhan Hidup
Manusia memiliki kebutuhan hidup, umumnya adalah kebutuhan jasmani dan rohani. Untuk memenuhi kebutuhan itu manusia harus bekerja sama dengan manusia lain. Hal ini disebabkan karena kemampuan manusia sangat terbatas baik kemampuan fisik maupun kemampuan berpikirnya. Karena itu manusia disebuy sebagai mahluk sosial  karena, manusia tidak bisa memenuhi kebutuhannya sendiri tanpa bantuan orang lain.
            Menurut Abraham Maslow, sesuai dengan kodratnya, harapan atau kebutuhan manusia itu adalah :
a. Kelangsungan hidup atau survival
b. Keamaanan atau safety
c. Hak dan kewajiban untuk mencintai dan dicintai (be loving and loved).
d. Diakui lingkungan (status).
e. Perwujudan cita-cita (self-actualization).
            Dengan adanya dorongan kodrat dan dorongan kebutuhan hidup maka manusia mempunyai harapan. Karena pada hakekatnya harapan itu adalah keinginan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
            Kesimpulannya mengapa manusia harus mempunyai harapan karena selama manusia itu ingin terus hidup harus mempunyai harapan, karena tanpa harapan manusia tidak dapat hidup seperti selayaknya manusia. Dan manusia yang tidak mempunyai harapan berarti ia pada hakekatnya sudah mati.

3. Pengertian doa
          Menurut bahasa do’a berasal dari kata “da’a” artinya memanggil. Sedangkan menurut istilah syara’ do’a berarti “Memohon sesuatu yang bermanfaat dan memohon terbebas atau tercegah dari sesuatu yang memudharatkan’’.

DOA adalah sebuah tempat untuk meminta, bersyukur, berkomunikasi kepada Tuhan Yang Maha Esa. Dalam berdoa kita memiliki hak istimewa untuk berbicara, memohon, kepada yang Mahakuasa. Hendaknya doa di pelajari dengan baik dan di terapkan dalam sisi kehidupan. Dengan melalui doa berkat-Nya bisa mengalir pada kita, dan kita dapat memenangkan segala masalah yang sedang kita hadapi.

4. Kepercayaan
          Kepercayaan berasal dari kata percaya, artinya mengakui atau meyakini akan kebenaran. Kepercayaan adalah hal-hal yang berhubungan dengan pengakuan atau keyakinan akan kebenaran. Kebenaran pengetahuan yang didasarkan atas orang lain itu disebabkan karena orang itu dipercaya. Dalam agama terdapat kebenaran-kebenaran yang dianggap diwahyukan artinya diberikan Tuhan, baik langsung atau tidak langsung kepada manusia.


5. Kepercayaan dan usaha untuk meningkatkannya
            Dasar kepercayaan adalah kebenaran. Kepercayaan itu dapat dibedakan atas :
Kepercayaan pada diri sendiri, menganggap dirinya tidak salah, dirinya dapat menang, dirinya mampu mengerjakan apa yang diserahkan atau dipercayakan kepadanya.
Kepercayaan kepada orang lain, dimana orang percaya terhadap kata hati, perbuatanya sesuai atau terhadap kebenaran orang lain.
Kepercayaan kepada pemerintah, karena pada dasarnya negara berorientasi pada Tuhan dan kepentingan rakyat, sudah seharusnya kalau kita sebagai warga negara mempercayai pemerintah / negara.
Kepercayaan kepada Tuhan, merupakan hal yang sangat penting percaya kepada Tuhan. Dikarenakan keberadaan manusia yang tidak dengan sendirinya melainkan diciptakan oleh Tuhannya.
            Berbagai usaha dilakukan manusia untuk meningkatkan rasa percaya kepada Tuhannya. Usaha itu bergantung kepada pribadi kondisi, situasi dan lingkungan. Usaha itu antara lain :
·         Meningkatkan ketakwaan kita dengan meningkatkan ibadah.
·         Meningkatkan pengabdian kita kepada masyarakat.
·         Meningkatkan cinta pada sesama manusia dengan jalan suka menolong, dermawan dan sebagainya.
·         Mengurangi nafsu mengumpulkan harta yang berlebihan.
·         Menekan perasaan negatif seperti iri, dengki, fitnah dan sebagainya

KESIMPULAN

            Kami menyimpulkan dari makalah yang kami buat tentang Manusia dan harapan adalah sebagai berikut :
·         Ketika Manusia Hidup harus mempunyai harapan
·         Harapan yang kita ciptakan harus sesuai dengan kemampuan kita
·         Harapan tidak hanya bermodalkan ucapan tapi di sertakan usaha
·         Usaha membutuhkan suatu kepercayaan dan doa
             Jadi agar kita terus dapat menjalani hidup ini teruslah berharap di sertakan usaha untuk melakukannya dengan kepercayaan diri, terlebih Kepercayaan kepada Tuhan Yang Maha Esa, agar ketika tidak dapat meraih harapan tersebut kita tetap berusaha menciptakan harapan dengan optimis bukan untuk menjadi pesimis.


Sabtu, 18 Januari 2014

MANUSIA DAN KEGELISAHAN

Kegelisahan diartikan sebagai suatu kondisi dimana orang menghadapi halangan atau rintangan dalam mengatasi rintangan tersebut. Kegelisahan yang tak terhindarkan disebabkan oleh kompleksitas manusia, lingkungan dimana orang tersebut tinggal, dan keterbatasan mental atau fisik. Kegelisahan berasal dari kata gelisah yang berarti tidak tentram, khawatir, tidak tenang, dan cemas. Kegelisahan dalam budaya dapat disebabkan karena adanya insting berbudaya dalam perkembangan hidup manusia, adanya kegelisahan dalam berbudaya karena manusia mencari suatu kesempurnaan dalam berbudaya sehingga timbul lah perasaan gelisah dalam diri manusia.
Alasan mengapa setiap manusia dapat merasa gelisah karena setiap manusia memiliki hati dan perasaan. Kegelisahan berbentuk keterasingan, kesepian, dan ketidak pastian.  Saat gelisah orang akan merasa khawatir, tidak nyaman, takut, bingung, dan cemas. Perasaan cemas tersebut ada tiga macam menurut Sigmud Freud, yaitu :
1.      Kecemasan Obyektif, yaitu kegelisahan ini mirip dengan kegelisahan terapan merupakan kegelisahan yang tercakup wajar dalam kehidupuan sehari hari.
2.      Kecemasan Neurotik, yaitu kegelisahan akibat pengamatan tentang bahaya dari naluri. Dan mersakan rasa takut yang irrasional seperti fobia, gugup, dan sebagainya.
3.      Kecemasan Moral, yaitu kecemasan yang muncul dari emosi pada diri sendiri seperti iri, dengki, dendam, hasut, marah, rendah diri.
 
   Sebab – Sebab Orang Gelisah
·         Gelisah karena telah melakukan suatu perbuatan dosa yang ditentang nuraninya.
·         Gelisah karena diasingkan oleh orang – orang disekitarnya.
·         Gelisah karena takut kehilangan hak miliknya (contoh : takut akan kehilangan hartanya).
·    Gelisah karena kurangnya persiapan suatu kegiatan yang akan dilakukan (contoh : ketika akan menghadapi ujian tetapi belum ada persiapannya).
 
Usaha – Usaha Mengatasi Kegelisahan
 Suatu cara yang mungkin baik untuk digunakan dalam mengatasi kegelisahan dengan memerlukan sedikit pemikiran yaitu, pertama kita menanyakan pada diri kita sendiri atau introspeksi diri. Yang kedua, kita bersedia menerima akibatnya dengan rasa tabah dan senang hati niscaya kegelisahan tersebut akan sirna dari jiwa kita.Dan ada suatu cara yang paling ampuh dalam menghadapi segala situasi dan kondisi yang bagaimanapun, termasuk kegelisahan ini yaitu kita berdoa kepada Tuhan dengan sungguh sungguh, sabar, tabah, senang dan ikhlas. Sehingga Tuhan mau mengabulkan permohonan kita. 

Keterasingan
keterasingan artinya dikucilkan atau bisa jadi disingkirkan dari orang disekitarnya ataupun pergaulan itu sendiri. 

Kesepian 
Kesepian berasal dari kata sepi atau sendiri, kesepian biasanya disebabkan karena dia tidak mempunyai teman atau dia sendiri yang ingin menyendiri karena suasana hati  yang sedang kacau.

  Ketidak Pastian
Ketidak pastiaan berasal dari kata tidak pasti artinya tidak menentu (pikirannya) atau mendua, apa yang dipikirkan tidak searah, kemana tujuannya tidak jelas. Itu semua adalah akibat pikirannya tidak dapat konsentrasi. Ketidak konsentrasian itu disebabkan oleh berbagai sebab, yang jelas pikirannya kacau.Ketidakpastian atau ketidaktentuan adalah bagian dari hidup manusia.

MIND MAP





Manusia dan Pandangan Hidup

pandangan hidup merupakan suatu pegangan atau prinsip untuk menjalani kehidupan ini.
Pandangan hidup akan sesuai dengan pribadi yang menjalani pandangan hidup tersebut karena tercipta dari pemikirannya.

Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Dalam arti luas, ideology adalah pedoman normative yang dipakai oleh seluruh kelompok sebagai dasar cita-cita, nila dasar dan keyakinan yang dijunjung tinggi.

Cita cita merupakan suatu impian individu yang dibawa dari kecil untuk menjalani kehidupannya yang akan datang.
3 Faktor yang menentukan dapat atau tidaknya seseorang mencapai cita-citanya antara lain:
    - Manusia itu sendiri
    - Kondisi yang dihadapi dalam rangka mencapai cita-cita tersebut
    - Seberapa tinggi cita-cita yang ingin dicapai
2 Faktor kondisi yang mempengaruhi tercapai tidaknya cita-citanya antara lain:
    - Faktor yang menguntungkan
    - Faktor yang menghambat
Kebajikan merupakan tindakan manusia yang berdasarkan hati nurani tanpa menuntut penggantinya. Kebajikan ini dapat dikatakan juga sebagai kebaikan .
 
Usaha perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Tanpa usaha dan pejuangan manusia tidak dapat hidup dengan sempurna. Apabila manusia bercita-cita menjadi kaya, ia harus bekerja keras.
 
 Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari kata akal atau kekuasaan Tuhan yang terbagi atas 3 aliran yakni :
1.  Aliran naturalisme = dihubungkan dengan Tuhan dan alam
2.  Aliran intelektualisme = dihubungkan dengan akal , logika dan rasio manusia
3.  Aliran gabungan = percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan dan akal adalah dasar kebudayaan, yang menentukan benar tidaknya sesuatu.
 
MIND MAP
 
 
yang saya dapat hari ini adalah saya memahami diri saya dalam menjalani hidup dengan pandangan hidup saya sendiri. saya berusaha dan berjuang untuk mencapai cita-cita saya

MANUSIA DAN KEADILAN



Pengertian Keadilan
·         Menurut aristoteles, keadilan adalah kelayakan dalam tindakan manusia.
·         Secara umum, keadilan adalah pengakuan dan perlakuan yang seimbang antara hak dan kewajiban
·         Berdasarkan kesadaran etis, kita diminta untuk tidak hanya menuntuk hak dan lupa menjalankan kewajiban. Jika kita hanya menuntut hak dan lupa menjalankan kewajiban, maka sikap dan tindakan kita akan mengarah pada pemerasan dan perbudak orang lain.  sebaliknya pula jika kita hanya menjalankan kewajuban dan lupa menuntuk hak, maka kita akan mudah diperbudak atau diperas orang lain.

Keadilan Sosial
                Keadilan mempunyai arti sifat (perbuatan, perlakuan) yang tidak berat sebelah (tidak memihak). Sedangkan sosial berarti segala sesuatu yang mengenai masyarakat, kemasyarakatan atau perkumpulan yang bersifat dan bertujuan kemasyarakatan (bukan dagang atau politik)

Makna Keadilan
                Keadilan memberikan kebenaran, ketegasan dan suatu jalan tengah dari berbagai persoalan juga tidak memihak kepada siapapun.

Macam-macam Keadilan
1.       Keadilan legal atau keadilan moral
Plato  berpendapat bahwa keadilan dan hukum merupakan substansi rohani umum dari masyarakat yang membuat dan menjaga kesatuannya. Pendapat plato itu disebut keadilan moral, sedangkan sunoto menyebutnya keadilan legal.
2.       Keadilan Distributif
Aristoteles berpendapat bahwa keadilan akan terlaksana bilamana hal-hal yang sama diperlakukan secara sama dan hal-hal yang tidak sama secara tidak sama (justice is done when equals are treated equally)
3.       Komutatif
Keadilan ini bertujuan memelihara ketertiban masyarakat dan kesejahteraan umum.

Kejujuran
                Kejujuran adalah bagian dari harga diri yang harus dijaga karena bernilai tinggi. Kejujuran diikat dengan hati nurani manusia, dan keduanya itu merupakan anugrah dari Allah Swt. Kejujuran merupakan sifat manusia sejak awal tetapi untuk digunakan atau tidak suatu kejujuran itu kembali ke pribadi itu sendiri. hal-hal yang dapat menghilangkan kejujuran:
·         Bohong
·         Mencuri
·         Manipulasi
·         Ingkar janji

Kecurangan
                Kecurangan atau curang identik dengan ketidakjujuran atau tidak jujur. Dan sama pula dengan licik, meskipun tidak serupa benar. Curang atau kecurangan artinya apa yang diinginkan tidak sesuai dengan hati nuraninya atau, orang itu memang dari hatinya sudah berniat curang dengan maksud memperoleh keuntungan tanpa bertenaga dan berusaha.
Jenis Kecurangan:
·         Pelaporan keuangan yang curang
·         Penyalahgunaan aktiva

Perhitungan Hisab
                Dalam islam kita kenal yaitu yaumil hisab yaitu hari perhitungan segala amal dan perbuatan kita semasa hidup kita didunia. Disini manusia yang telah meninggal akan dihitung semua amal baik dan buruknya.

Pemulihan Nama Baik
                Nama baik merupakan tujuan utama orang hidup. Nama baik atau tidak baik itu adalah tingkah laku atau perbuatannya. Pada hakekatnya, pemulihan nama baik adalah kesadaran manusia akan segala kesalahannya; bahwa apa yang telah diperbuatnya tidak sesuai dengan ukuran moral atau tidak sesuai dengan akhlak.
Cara untuk memulihkan nama baik:
·         Ungkapkan permohonan maaf
·         Menebus kegagalan dengan mencapai prestasi
·         Menjelaskan perkara yang sebenarnya
·         Tunjukkan dengan bukti dan membantaf fitnah

Pembalasan
                Pembalasan ialah suatu reaksi atas perbuatan orang lain. dimana ada korban yang dirugikan atas reaksi itu, pembalasan dapat berupa perbuatan yang serupa, perbuatan yang seimbang, tingkah laku yang serupa, tingkah laku yang seimbang. Pembalasan disebabkan sifat dendam.

MIND MAP


Yang saya dapatkan dari materi manusia dan keadilan adalah lebih mengerti tentang arti keadilan lebih jelas dan menggunakan pengetahuan tentang keadilan saya terapkan di kehidupan sehari-hari

Rabu, 08 Januari 2014

Manusia dan Tanggung Jawab

Tanggung Jawab
      Tanggung jawab merupakan kesadaran manusia akan tingkah laku atau perbuatan yang disengaja maupun yang tidak di sengaja. Tanggung jawab juga berarti berbuat sebagai perwujudan kesadaran akan kewajibannya. tanggung jawab sudah menjadi bagian kehidupan manusia, bahwa setiap manusia pasti mempunyai tanggung jawab masing-masing. Tanggung jawab dapat dilihat dari dua sisi, yaitu sisi pihak yang berbuat dan dari sisi kepentingan pihak lain. Dari sisi si pembuat ia harus sadar dengan perbuatan yang telah dilakukannya,dengan demikian ia sendiri yang harus memulihkan kembali keadaan. Dari sisi pihak lain, apabila si pembuat tidak mau bertanggung jawab , pihak lain yang akan memulihkan kembali keadaan dengan cara individual maupun dengan cara kemasyarakatan. 

Macam – macam tanggung jawab:

  - Tanggung jawab terhadap diri sendiri
•      Tanggung jawab terhadap diri sendiri menuntut kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadian sebagai manusia pribadi. Contohnya: saat mau ujian akhir sekolah Banu tidak belajar sama sekali karena malas dan hanya sering bermain. waktu pembagian rapot banu tidak naik kelas karena nilainya jelek. banu harus bertanggung jawab terhadap kemalasannya yang membuat ia tidak naik kelas.

- Tanggung jawab terhadap keluarga
·        Keluarga merupakan masyarakat kecil. Keluarga terdiri dari suami-istri, ayah-ibu dan anak-anak, dan juga orang lain yang menjadi anggota keluarga. Tiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab kepada keluarganya. tanggung jawab juga merupakan kesejahteraan, keselamatan, pendidikan, dan kehidupan. Contohnya: peraturan-peraturan yang ada didalam keluarga seperti larangan keluar malam saat jam sekolah, dan ayah yang menjadi figur paling bertanggung jawab atas keluarganya.

- Tanggung jawab terhadap masyarakat
·        Pada hakekatnya manusia tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain, sesuai dengan kedudukannya sebagai makhluk social. Dengan demikian manusia disini merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai tanggung jawab seperti anggota masyarakat lainnya agar dapat melangsungkan hidupnya dalam masyarakat tersebut.

- Tanggung jawab kepada bangsa/negara
·        Suatu kenyataan lagi, bahwa tiap manusia, warga Negara suatu Negara. Sehingga dalam berpikir, berbuat, bertindak, bertingkah laku manusia terikat oleh norma-norma atau aturan-aturan yang dibuat oleh Negara. Bila perbuatan manusia itu salah, maka ia harus bertanggung jawab kepada Negara.

- Tanggung jawab terhadap tuhan
·        Setiap tindakan manusia tidak bisa lepas dari hukuman-hukuman Tuhan yang terdapat dalam berbagai kitab suci melalui berbagai macam agama. Mengabaikan perintah Tuhan berarti meninggalkan tanggung jawab yang seharusnya dilakukan, bahkan untuk memenuhi tanggung jawabnya manusia memerlukan pengorbanan.

PENGABDIAN
perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat ataupun tenaga sebagai perwujudan kesetiaan, cinta, kasih sayang, hormat, atau satu ikatan dan semua itu dilakukan dengan ikhlas. Pengabdian itu pada hakekatnya adalah rasa tanggung jawab

MACAM-MACAM PENGABDIAN:
• Pengabdian Kepada Agama/Tuhan
• Pengabdian Kepada Negara/Bangsa
• Pengabdian Kepada Masyarakat

CONTOH DARI PENGABDIAN
·        Seorang TNI dan polisi yang mengabdikan dirinya kepada negara, demi keamanan bangsa dan negara.
·        Seorang murid mempunyai tanggung jawab terhadap studinya.

Pengorbanan

Pengorbanan berasal dari kata korban atau kurban yang berarti persembahan,  pengorbanan merupakan pemberian untuk menyatakan kebaktian. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus ikhlas semata-mata. Pengorbanan dalam arti pemberian sebagai tanda kebaktian tanpa pamrih dapat dirasakan bila kita membaca atau mendengarkan kotbah agama.

Macam-macam Pengorbanan
•      Pengorbanan kepada keluarga
•      Pengorbanan kepada masyarakat
•      Pengorbanan kepada bangsa dan negara

Contoh
Ø Seorang ayah yang berusaha memenuhi kebutuhan nafkah keluarganya
Ø  Tim SAR berusaha untuk menjalankan kewajibannya menyelamatkan para korban bencana alam.
 
MIND MAP
 
 




setelah mempelajari tentang ilmu budaya dasar mengenai manusia dan tanggung jawab, hal yang saya dapat adalah rasa tanggung jawab atas perbuatan yang kita lakukan. harus lebih berpikir lagi jika untuk melakukan hal sesuatu dan apa konsekuensinya yang kita dapat terhadap perbuatan tersebut.